ABSTRACT Tingginya jumlah pengangguran dari tahun ke tahun

Topic: ArtRadio
Sample donated:
Last updated: May 2, 2019

ABSTRACTEntrepreneurshipneeds to be developed for students in college. Seeing from the unemploymentrate for Higher Education graduates is very high, proof that employment inIndonesia is getting less. If the student is able to become an entrepreneur,then the job field will increase and economic growth in Indonesia will be moreadvanced. Successful entrepreneurs in general are those who have competencies,such as having the knowledge, skills and individual qualities that include theattitudes, motivations, values and behaviors necessary to carry out the work. Keywords: Entrepreneurship,Wirausaha, Mahasiswa.  1.

       PendahuluanTingginya jumlah pengangguran daritahun ke tahun menjadi tantangan berat yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.Mengurangi angka pengangguran selalu menjadi prioritas program pemerintah,namun setiap tahun angka tersebut sulit dikurangi. Lulusan perguruan tinggilebih memilih bekerja menjadi PNS atau pegawai kantor, akan tetapi untukmenjadi PNS atau pegawai kantor tidaklah mudah. Salah satu solusi yangditawarkan pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran adalah menciptakanlapangan kerja.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Namun kalangan terdidik cenderung menghindari pilihan pekerjaanini karena preferensi mereka terhadap pekerjaan kantor lebih tinggi. Preferensiyang lebih tinggi didasarkan pada perhitungan biaya yang telah mereka keluarkanselama menempuh pendidikan dan mengharapkan tingkat pengembalian yangsebanding.Adanya alumni perguruan tinggi yangbanyak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan, terlihat pada lamanya waktutunggu lulusan mendapatkan pekerjaan, hal ini terlihat dari kurangnya kemampuancalon tenaga kerja, minimnya semangat dan ketrampilan wirausaha para lulusan. Makadari itu perlu kepada para mahasiswa diberikan bekal pengetahuan dan ketrampilankewirausahaan agar mereka memiliki pengalaman berwirausaha dan meningkatkandaya saing yang kuat di dunia kerja. Hal ini yang mendasari pentingnya upayauntuk menumbuhkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. 2.       METODEMetodeyang digunakan adalah deskriptif kualitatif.

 3.       HASILDAN PEMBAHASANBahasan mengenai entrepreneurship memberikan beragamdefinisi. Entrepreneurship dapat diartikan sebagai kegiatan kewirausahaan.Terdapat banyak definisi tentang entrepreneurship, yang secara garis besarnya entrepreneurship dapat diartikan sebagaikemampuan individu dalam menciptakan peluang ekonomis dari sebuah ide usahabaik skala kecil maupun skala besar.Adapun pengertian entrepreneur menurut Eddy SoeryantoSoegoto  dalam bukunya yang berjudul Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulungbahwa entrepreners adalah orang yangberjiwa kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, ulet dan tekun, rajin,disiplin, siap menghadapi risiko, jeli melihat dan meraih peluang, piawaimengelola sumber daya, dalam membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikanusaha atau perusahaannya unggul. (Eddy Soeryanto Soegoto, 2014: 25)Hakekat entrepreneur adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat danmenilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya- sumber dayayang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan sertamemiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inofatif ke dalamdunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/ meningkatkan pendapatan.

(Eddy Soeryanto Soegoto, 2014: 27-28)Sebelum memulai menjadi seorang entrepreneur, mengenali diri sendirisangat penting dilakukan untuk mengetahui kompetensi, bakat , minat dan hobi.Dengan mengetahui potensi atau minat apa yang dimiliki, maka akan lebih mudahbagi kita untuk menentukan jenis usaha apa yang ingin kita bangun. Kemampuan sepelepun bisa saja berbuah manis apabila kita mampu melihat peluang usaha melaluiwirausaha.Dalam kajian literatur, banyak paraahli yang mengemukakan pendapatnya tentang kewirausahaan, yaitu: (1) Kewirausahaanadalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumberdaya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahmad,1994); (2) Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yangbaru dan berbeda (Sudaryana, 2003); (3) Kewirausahaan adalah suatu prosespenerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukanpeluang untuk memperbaiki usaha (Sudaryana, 2003); (4) Kewirausahaan adalahsuatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha dan perkembangan usaha(Soeharto Prawiro, 1997)Berdasarkankonsep di atas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatukemampuan kreatif dan inovatif (createnew and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses, danperjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengankeberanian untuk menghadapi risiko.Seorangentrepreneur tidak hanya dapat berencana, tetapi juga berbuat merealisasikanrencana-rencana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi padakesuksesan. Maka dibutuhkan kreativitas, yaitu pola pikir tentang sesuatu yangbaru. Kewirausahaan pada dasarnya adalah semangat, sikap, perilaku dankemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah padaupaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk barudengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baikdan atau memperoleh keuntungan yang maksimal.Ilmukewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai,kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untukmemperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.

Padamulanya, kewirausahaan dianggap hanya dapat dilakukan melalui pengalamanlangsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir sehinggakewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Dewasa ini, kewirausahaantidak hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan pengalaman lapangan, tetapijuga dapat dipelajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki bakatkewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yangmenjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajarmengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisasikan usahadalam mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, untuk menjadi wirausaha yangsukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki pengetahuanmengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. A.    FAKTORKEBERHASILAN KEWIRAUSAHAANDalamkegiatan berwirausaha, seorang wirausaha akan menghadapi berbagai faktor yangdapat mendukung, namun juga perlu memperhatikan berbagai faktor yang dapatmempengaruhi kegagalannya.

MenurutSuryana (2003), karakteristik sikap dan perilaku yang diperlukan agarkewirausahaan dapat berhasil adalah sebagai berikut: (1) memiliki komitmen yangtinggi dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha.Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalamberwirausaha; (2) memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumberdaya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha.Keinginan bertanggung jawab ini erat hubungannya dengan mempertahankan internallocus of control yaitu minat kewirausahaan dalam dirinya; (3) berambisi untukselalu mencari peluang, keberhasilan wirausaha selalu diukur dengankeberhasilan untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila adapeluang; (4) tahan terhadap risiko dan ketidakpastian; (5) percaya diri yangkuat, ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuanyang dimilikinya untuk berhasil; (6) memiliki kreativitas yang tinggi danluwes. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahanpermintaan. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepatsering kali membawa kegagalan.

Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepatdan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi; (7) selalumemerlukan umpan balik yang segera. la selalu ingin mengetahui hasil dari apayang dikerjakannya. Oleh karena itu, dalam memperbaiki kinerjanya, ia selalumemiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya danselalu belajar dari kegagalan; (8) memiliki tingkat energi yang tinggi,wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggidibanding rata-rata orang lainnya, sehingga ia lebih suka kerja keras walaupundalam waktu yang relatif lama; (9) memiliki semangat kerja yang tinggi dantidak mudah putus asa; (10) berorientasi pada masa yang akan datang, untuktumbuh dan berkembang, ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebihbaik; (11) belajar dari kegagalan, wirausaha yang berhasil tidak pernah takutgagal. la selalu memfokuskan kemampuannya pada keberhasilan; (12) memilikiketrampilan memimpin orang lain.Disamping terdapatbeberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam kewirausahaan sepertidisebutkan diatas, juga terdapat berbagai faktor yang mempengaruhikegagalannya. Kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadiwirausaha.

Menurut Zimmerer (1996), beberapa faktor yang menyebabkan wirausahagagal dalam menjalankan usaha antara lain: (1) tidak kompeten atau tidakmemiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebabutama yang membuat perusahaan kurang berhasil; (2) kurang berpengalaman baikdalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuanmengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuanmengintegrasikan operasi perusahaan; (3) kurang dapat mengendalikan keuangan,faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas, mengaturpengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan ini akan menghambatoperasional dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar; (4) gagal dalamperencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagaldalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan; (5) lokasiyang kurang memadai. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaansukar beroperasi karena kurang efisien; (6) kurangnya pengawasan peralatan.Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidakefektif; (7) sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yangsetengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukanmenjadi labil dan gagal; (8) ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisikewirausahaan.

  B.     UPAYA MENUMBUHKAN JIWAKEWIRAUSAHAAN DI KALANGAN MAHASISWA1.       UpayaMenumbuhkan Minat dan Motivasi BerwirausahaSemakin maju suatu negara semakinbanyak orang yang terdidik, dan banyak pula orang yang menganggur, maka semakindirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan lebih berhasil jikaditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuanpemerintah sangat terbatas.

Oleh sebab itu, wirausaha merupakan potensipembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri.Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesiamasih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga upayapembangunan wirausaha di Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnyapembangunan nasional.Minat berwirausaha perlu dan harusditumbuhkembangkan di kalangan masyarakat termasuk mahasiswa karena memilikimanfaat banyak sekali antara lain: (1) menambah daya tampung tenaga kerja,sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat;(2) meningkatkan produktivitas, dengan menggunakan metode baru, maka wirausahadapat meningkatkan produktivitasnya; (3) meningkatkan pertumbuhan ekonomi danmenciptakan pekerjaan. Wirausaha serta usaha kecil memberikan lapangan kerjayang cukup besar sehingga dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhanekonomi; (4) menciptakan teknologi baru dan menciptakan produk dan jasa baru.Banyak wirausaha yang memanfaatkan peluang dengan menciptakan produk atau jasabaru. Kalaupun mereka masih mempertahankan produk lama, produk tersebutmerupakan produk yang sudah diperbaiki; (5) mendorong inovasi, meskipunbiasanya mereka tidak menciptakan sesuatu yang baru, tetapi mereka dapatmengembangkan metode atau produk yang inovatif.

Salah satu upaya untuk mewujudkankemandirian dan ketangguhan ekonomi nasional adalah melalui pengembangan,pemantapan sikap, perilaku dan kemampuan serta minat berwirausaha. Denganberkembangnya minat dan lahirnya wirausaha-wirausaha nasional akan menjadipenggerak roda perekonomian nasional serta memacu pertumbuhan ekonomi nasionalyang pada gilirannya akan memperkuat struktur perekonomian nasional. Upaya iniperlu didukung oleh semua kalangan baik unsur pemerintah, masyarakat termasukmahasiswa maupun dunia usaha secara terarah dan berkesinambungan.Di Amerika ada budaya keinginanseseorang untuk menjadi bos sendiri, memiliki peluang individual, menjadisukses dan menghimpun kekayaan, ini semua merupakan aspek yang utama dalammendorong berdirinya kegiatan kewirausahaan.

Di negara lain motivasi utamamendirikan bisnis bukan mencari uang semata akan tetapi karena faktorlingkungan yang banyak dijumpai berbagai macam perusahaan, lingkungan semacamini sangat mendorong pembentukan kewirausahaan. Dorongan membentuk wirausahajuga datang dari teman pergaulan, lingkungan famili, dan sahabat. Mereka dapatberdiskusi tentang ide wirausaha, masalah yang dihadapi dan cara-cara mengatasimasalahnya. Pendidikan formal dan pengalaman bisnis kecil-kecilan yang dimilikioleh seseorang dapat menjadi potensi utama untuk menjadi wirausaha yangberhasil.Beberapa motivasi yang mendorongseseorang berwirausaha antara lain: (1) alasan keuangan, yaitu untuk mencarinafkah, untuk menjadi kaya, untuk mencari pendapatan tambahan; (2) alasansosial, yaitu untuk memperoleh gengsi/status untuk dapat dikenal dan dihormati,agar dapat bertemu dengan orang banyak; (3) alasan pelayanan yaitu untukmemberi pekerjaan pada masyarakat, untuk membantu ekonomi masyarakat, untukmasa depan anak dan keluarga,; (4) alasan pemenuhan diri, yaitu untuk menjadiatasan mandiri, untuk menghindari ketergantungan pada orang lain, untukmencapai sesuatu yang diinginkan, untuk menjadi lebih produktif, untuk menggunakankemampuan pribadi atau berprestasi. 2.       CARAMENUMBUHKAN KEWIRAUSAHAAN DI KALANGAN MAHASISWAMenumbuhkembangkan kewirausahaan dikalangan mahasiswa dapat dilaksanakan melalui: 1.

      KurikulumPerguruan Tinggi. Kurikulumadalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahanpelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam kurikulumperguruan tinggi perlu dimasukkan mata kuliah kewirausahaan pada program studi.Dengan dicantumkan dalam kurikulum pada program studi, maka secara kurikulerpara mahasiswa dapat belajar tentang berbagai teori dan pengetahuan sertaketrampilan kewirausahaan yang dapat dijadikan bekal dalam menekuni dan terjunke dunia kewirausahaan baik selama menjadi mahasiswa dan terutama setelahmereka menyelesaikan studi.

2.      PendirianKoperasi Mahasiswa. MenurutUU Koperasi no.

25 tahun l992, koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakanorang-orang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsipkoperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asaskekeluargaan. Fungsi dan peran koperasi adalah sebagai berikut: (1) membangundan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya danmasyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;(2) berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupanmanusia dan masyarakat; (3) memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasarkekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya; (4) berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasionalyang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasiekonomi. Peran koperasi dalam perekonomian nasional, meskipun belum padatingkat yang tinggi, dewasa ini menunjukkan arah yang jelas. Koperasi semakindipacu dengan kegiatan usahanya pada berbagai sektor, kegiatan koperasi yangdikelola saat ini telah mencakup bidang produksi, pengolahan, industri kecil, distribusibarang dan jasa serta kerajinan rakyat. Wirausaha koperasi merupakan orang yangmempunyai kemampuan dan kemauan inovasi atau mendapatkan strategi bagipengembangan koperasi, sehingga diharapkan koperasi akan mempunyai keunggulanbersaing dari badan usaha lain yang menjadi pesaingnya.

Dalam kegiatan kampusperlu ditumbuhkembangkan koperasi mahasiswa. Dengan didirikan koperasimahasiswa, maka secara praktek para mahasiswa dapat belajar tentang berbagaipengetahuan dan ketrampilan usaha yang dapat dijadikan bekal dalam menekuni danterjun ke dunia kewirausahaan baik selama menjadi mahasiswa dan terutamasetelah mereka menyelesaikan studi.3.      KerjaSampingan Bagi Mahasiswa Mahasiswabisa cepat menyesuaikan diri dengan dunia kerja jika sebelumnya sudah terbiasabekerja. Hal inilah yang menginspirasi banyak mahasiswa untuk mencari kerjasampingan saat masih kuliah. Di antara mereka ada yang kerja sampingan sesuaidengan bidang studi yang diambil, misalnya mahasiswa Sastra Inggris yangmengajar bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus bahasa.

Tetapi ada jugamahasiswa yang kerja sampingannya sama sekali tidak ada hubungan dengan bidangilmu mereka, misalnya mahasiswa Hukum yang memilih kerja sampingan sebagaimodel. Ada banyak alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan seorang mahasiswasambil kuliah, misalnya pengajar privat, penerjemah, fotografer, jurnalis,model, pedagang, desainer, penyiar radio, instruktur olah raga, penulis,programmer, teknisi komputer, pemandu wisata, Master of Ceremony atau MC,terlibat dalam kepanitiaan sebuah event organizer, dan lain sebagainya. Beberapajenis kerja sampingan yang bisa dilakukan mahasiswa antara lain: (1) kerjasampingan dengan background ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, misalnyamenjadi pengajar bahasa dan penerjemah bagi mahasiswa sastra, menjadi teknisikomputer bagi mahasiswa ilmu komputer, menjadi reporter bagi mahasiswajurnalis, dan lain sebagainya; (2) kerja sampingan yang didasarkan pada bakatdan keahlian, misalnya seorang mahasiswa bidang kajian ilmu sejarah bisamenjadi penulis jika ia memang berbakat, atau seorang mahasiswa hukum yangmenjadi model karena merasa memiliki bakat di bidang tersebut; (3) kerjasampingan karena ada peluang dan kesempatan, biasanya jenis kerja sampingan initak mengenal keahlian ataupun bidang kajian tertentu, misalnya seorangmahasiswa yang menjadi pedagang pulsa, atau yang menjadi tenaga freelance padasebuah event organizer.Biasanyajika mahasiswa sudah melakukan satu jenis pekerjaan akan mudah untuk mencobapekerjaan lainnya. Masa kuliah adalah saat yang tepat untuk mengeksplorasibakat, keahlian, serta kemampuan pada berbagai bidang pekerjaan.

Ada banyakkeuntungan yang dapat diperoleh jika memutuskan untuk bekerja sejak masih dibangku kuliah, salah satunya bisa memperoleh tambahan uang saku, bahkan tidakjarang hasil dari kerja sampingan yang dilakukan bisa digunakan untuk membiayaikuliah sendiri. Selain keuntungan finansial, kerja sampingan dapat dijadikanajang “pemanasan” sebelum terjun ke dunia kerja. Bekerja sampingan juga dapatdijadikan batu loncatan untuk mencapai cita-cita, misalnya bekerja sampingansebagai model agar kelak bisa menjadi bintang sinetron dan pemain film, ataumenjadi penyiar radio agar bisa menjadi pembawa acara di televisi. Paramahasiswa yang kerja sampingan sambil kuliah biasanya adalah orang-orang yangmemiliki visi ke depan, mereka tidak mau berpangku tangan, mereka orang-orangyang aktif.Upayamenumbuhkembangkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa ini untuk: (1)meningkatkan kualitas daya saing alumni dalam pasar kerja; (2) memfasilitasimahasiswa dalam hal menemukan karir di dunia kerja; (3) membangun danmengembangkan mahasiswa atau calon alumni sebelum terjun ke dunia kerja; (4)memberikan pengalaman berwirausaha; (5) mengurangi masa tunggu lulusan; (6)memperpendek masa penyesuaian saat bekerja; (7) membina calon “pemimpin” didunia usaha atau pencipta kerja.

 4.       KESIMPULANBerdasarkanuraian di atas, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:1.      Kewirausahaandapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create newand different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses, dan perjuanganuntuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanianuntuk menghadapi resiko. Kewirausahaan pada dasarnya adalah semangat, sikap,perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yangmengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi danproduk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayananyang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang maksimal. 2.      Beberapafaktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan kewirausahaan adalah sebagaiberikut: (1) memiliki komitmen yang tinggi dan tekad yang kuat; (2) berambisiuntuk mencari peluang; (3) memiliki semangat kerja yang tinggi dan tidak mudahputus asa; (4) percaya diri yang kuat; (5) memiliki kreativitas yang tinggi;(6) memiliki kemampuan melihat masa depan dengan perencanaan yang tepat; (7)tahan terhadap resiko dan ketidakpastian; (8) memiliki kemampuan memimpin orangbanyak. Sedangkan beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan kewirausahaanadalah sebagai berikut: (1) tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan danpengetahuan mengelola usaha; (2) kurang berpengalaman baik dalam kemampuanteknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan,keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikanoperasi perusahaan; (3) kurang dapat mengendalikan keuangan; (4) perencanaanyang kurang tepat; (5) lokasi dan peralatan yang kurang memadai; (6) sikap yangkurang sungguh-sungguh dalam berusaha; (7) ketidakmampuan dalam melakukanperalihan/transisi kewirausahaan.3.

      Berbagaiupaya yang dapat ditempuh untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan di kalanganmahasiswa adalah: (1) dicantumkan mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulumsetiap program studi di perguruan tinggi yang secara kurikuler wajib diikutioleh semua mahasiswa; (2) kerjasama dengan UMKM; (3) pendirian KoperasiMahasiswa; dan (4) pelaksanaan kerja sampingan mahasiswa baik sesuai denganbidang ilmunya atau sesuai dengan bakat dan hobinya meskipun tidak sesuaidengan bidang ilmunya.  5.    REFERENSI BuchariAlma, 2006, Kewirausahaan, Alfabeta, Bandung  EddySoeryanto Soegoto, 2014, EntrepreneurshipMenjadi Pebisnis Ulung, Gramedia, Jakarta Mas’udM, 2005, Kewirausahaan, BPFE, Yogyakarta.  PanjiA dan Djoko S, 2002, Koperasi, Kewirausahaan, dan Usaha Kecil, BinekaCipta, Jakarta.  RaniKusawara, 2007, Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa, Trans Media Pustaka,Jakarta.  Suryana,2003,Kewirausahaan, Salemba Empat, Jakarta. 

x

Hi!
I'm Mia!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Check it out