Angeliq dan kanker endometrium yang ditimbulkan oleh pemberian

Angeliq termasuk golongan obat untuk terapi hormonal yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Setiap tablet salut selaput (film-coated tablet) mengandung 2 senyawa aktif, yaitu:Estradiol 1 mgAngeliq mengandung 17-?-estradiol sintetis yang secara kimia dan biologis sama seperti estradiol endogen manusia, sehingga dapat digunakan untuk menggantikan kehilangan produksi estrogen pada wanita menopause serta meredakan gejala-gejala menopause.Drospirenon 2 mgDrospirenon adalah suatu progestagen sintetik. Penambahan progestagen pada pemberian estradiol dapat mengurangi risiko hiperplasia dan kanker endometrium yang ditimbulkan oleh pemberian estradiol.IndikasiTerapi Sulih Hormon (TSH) untuk pengobatan:Sindrom klimakterik pada wanita postmenopause mencakup gejala-gejala vasomotor (seperti muka kemerahan dan berkeringat), gangguan tidur, depresi suasana hati, gelisah dan kelainan atrofi urogenital yang disebabkan oleh defisiensi produksi estrogen endogen karena menopause alami, hipogonadisme, kastrasi atau kelainan ovarium primer dengan uterus normal. Pengurangan gejala-gejala menopause tercapai dalam beberapa minggu pertama pengobatan.Terapi lini kedua untuk pencegahan osteoporosis pada wanita postmenopause dengan risiko tinggi mengalami fraktur yang tidak toleran atau dikontraindikasikan untuk obat-obat lain yang biasa digunakan sebagai lini pertama pencegahan osteoporosis. Defisiensi estrogen saat menopause meningkatkan perombakan tulang dan mengurangi massa tualng, oleh karena itu pencegahan osteoporosis sebaiknya dimulai secaepat mungkin setelah onset menopause pada wanita.Dosis dan Cara PemberianCara pemberian: oralCara mulai menggunakan Angeliq: wanita yang tidak sedang menggunakan obat TSH (Terapi Sulih Hormon) lain dapat mulai menggunakan Angeliq setiap saat, namun wanita yang sedang menggunakan terapi TSH lain harus menyelesaikan siklus TSH tersebut sebelum mulai menggunakan AngeliqDosis: 1 tablet setiap hariTablet ditelan dengan sedikit air dalam kondisi utuh (tidak boleh dikunyah, digerus atau dihancurkan), tanpa tergantung asupan makanan (bisa diminum sebelum atau sesudah makan)Tablet sebaiknya diminum pada waktu yang sama setiap hariJika lupa minum obat, tablet harus segera diminum. Namun jika sudah lebih dari 24 jam, tidak perlu minum tablet tambahanKontraindikasiTerapi Sulih Hormon (TSH) tidak boleh digunakan jika ada kondisi-kondisi di bawah ini. Bila kondisi tersebut timbul selama penggunaan TSH, obat harus segera dihentikan.Perdarahan genitalia abnormal yang tidak terdiagnosaDiketahui atau diduga kanker payudaraDiketahui atau diduga kondisi premalignansi atau malignansi, yang dipengaruhi hormon seksAda atau riwayat tumor hati (jinak maupun ganas)Penyakit hati sedang atau parahAda atau riwayat penyakit ginjal sedang atau parahTromboemboli arterial akut (misalnya infark miokard, stroke)Trombosis vena dalam aktif, gangguan tromboembolik atau riwayat dengan kondisi tersebutRisiko tinggi trombosis vena atau arteriHipertrigliserida yang parahHamil atau menyusuiHipersensitif terhadap zat aktif atau zat tambahan lain yang terkandung dalam obat iniPeringatan dan Perhatian Khusus PenggunaanAngeliq tidak boleh digunakan sebagai kontrasepsiAngeliq tidak diperuntukkan untuk anak-anak dan remajaJika selama penggunaan TSH muncul gejala migrain atau sakit kepala berat tidak biasa yang terjadi untuk pertama kalinya, segera hentikan penggunaan TSHAngeliq berpotensi menurunkan tekanan darah pada wanita yang memiliki hipertensi, namun pada wanita dengan normotensi (tekanan darah normal) penggunaan Angeliq tidak akan menimbulkan penurunan tekanan darah. Oleh karena itu, penggunaannya bersamaan dengan obat hipertensi perlu dikonsultasikan dengan dokter dan/atau apoteker untuk menghindari terjadinya hipotensiPenggunaan Angeliq pada wanita dengan gangguan fungsi hati ringan harus diawasi secara ketat dan fungsi hati diperiksa secara berkala. Jika pertanda fungsi hati memburuk, penggunaan TSH harus segera dihentikanWanita dengan peningkatan kadar trigliserida sedang perlu diawasi secara khusus karena penggunaan TSH pada kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida lebih lanjut dengan risiko pankreatitis akutMeski TSH dapat mempengaruhi resistensi insulin perifer dan toleransi glukosa, regimen terapi biasanya tidak perlu diubah pada pasien diabetes yang menggunakan TSH. Tetapi penggunaannya pada wanita yang memiliki diabetes perlu dimonitor secara ketatFibroid uterus (mioma) dapat membesar di bawah pengaruh estrogen. Bila ini terjadi, obat harus dihentikanJika terjadi reaktivasi endometriosis selama pengobatan, segera hentikan pengobatanKondisi-kondisi berikut pernah dilaporkan terjadi atau memburuk pada penggunaan TSH sehingga perlu dilakukan monitoring terhadap pasien yang pernah atau mengalami: epilepsi, asma, migrain, porfiria, otosklerosisPenggunaan steroid seks dapat mempengaruhi hasil tes laboratorium tertentu, termasuk parameter-parameter biokimia dari hati, tiroid, adrenal dan fungsi ginjal, kadar plasma protein, serta parameter-oparameter koagulasi dan fibrinolisis, namun perubahan biasanya masih dalam rentang normalAnamnesis medis lengkap harus diambil dan pemeriksaan fisik harus dilakukan sebelum memulai atau mengulang kembali pemberian TSH, dipandu oleh kontraindikasi dan peringatan serta diulang secara berkala. Frekuensi dan sifat pemeriksaan harus didasarkan pada panduan praktik yang berlaku dan disesuaikan untuk setiap individu, tetapi harus mencakup organ-organ panggul, termasuk sitologi serviks rutin, abdomen, payudara dan tekanan darahEfek SampingEfek samping yang paling sering dialami oleh pengguna Angeliq (dialami oleh sekitar 6% pengguna) antara lain:Emosi labilMigrainNyeri pada saluran pencernaan dan rongga perutNyeri payudaraPerdarahan urogenital (saluran kelamin)Polip serviksEfek samping yang terjadi dengan frekuensi sangat rendah pada pengguna, antara lain:Penyakit kandung empeduHipersensitifitas (alergi)Demensia (terdapat bukti yang terbatas dari uji klinis mengenai sediaan yang mengandung estradiol dapat meningkatkan risiko demensia jika baru diberikan pada wanita berusia 65 tahun atau lebih. Risiko tersebut dapat dikurangi jika pengobatan dimulai pada awal menopause)Jika Anda merasakan gejala-gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi Angeliq, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter dan/atau apoteker untuk segera ditindaklanjuti.Interaksi dengan Obat Lain dan Bentuk Interaksi LainObat-obat berikut dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah sehingga penggunaannya bersama dengan drospirenon mungkin dapat menimbulkan hiperkalemia: amiloride, kalium fosfat, kalium klorida, kalium sitrat, spironolakton, triamterena, acebutololObat-obat berikut dapat mengalami penurunan atau kehilangan efikasinya (tidak berefek) jika diberikan bersamaan dengan estradiol: anastrozole, antitrombin alfa, antitrombin III, argatroban, bemiparin, bivalirudin, dalteparin, enoxaparin, heparin, lepirudin, protamine, tinzaparin, warfarin (obat-obatan golongan antikoagulan / pengencer darah)Obat-obat berikut dapat menurunkan efek dari estradiol jika diberikan bersamaan: karbamazepin, rifabutin, rifampin, St John’s Wort, amikasin, barbituratObat-obat berikut dapat meningkatkan efek dari estradiol jika diberikan bersamaan: simetidin, klaritromisin, eritromisin, itrakonazole, ivacaftor, ketokonazol, nefazodone, quinidine, amiodaronePenggunaan Angeliq dapat meningkatkan efek dari obat-obat antihipertensi sehingga penurunan tekanan darah dapat bertambah besarKonsumsi alkohol akut selama penggunaan TSH dapat meningkatkan kadar estradiol dalam darahSebelum memulai Terapi Sulih Hormon (TSH) dengan Angeliq, selalu konsultasikan mengenai obat apapun (baik obat sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter/dan atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaannya bersamaan dengan Angeliq tidak akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dan merugikan.

Author: