BAB energi merupakan sebuah permasalahan global yang telah

Topic: BusinessEnergy
Sample donated:
Last updated: June 4, 2019

BAB 1PENDAHULUAN 1.1  Latar BelakangKebutuhanakan energi tak bisa dipungkiri lagi, khususnya energi listrik dan seluruhdunia pun membutuhkannya, tak terkecuali di Indonesia. Semakin berkembangteknoligi, maka kebutuhan akan energi listrik semakin menjadi bagian kebutuhanhidup masyarakat yang tak terpisahkan. Hari demi hari pun terlewati, kebutuhanakan energi listrik pun semakin meningkat. Tak hanya di pelosok Indonesia, dikota-kota besar yang ada di negara indonesia pun semakin meningkat, dari mulaikebutuhan primer hingga kebutuhan sekunder pun hampir semuanya membutuhkan energi,khususnya energi listrik.Tenagalistrik merupakan sebuah tenaga yang memiliki peran yang sangat penting dalammewujudkan tujuan pembangunan nasional. Usaha penyediaan tenaga listrikdikuasai oleh negara dan penyediaannya perlu terus ditingkatkan sejalan denganperkembangan pembangunan agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang cukup,merata, dan bermutu.

PT.PLN merupakan sebuah lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untukmelakukan penyediaan kebutuhan energi listrik di Indonesia. Namun, hingga saatini kebutuhan masyarakat akan energi listrik secara keseluruhan masih belumbisa terpenuhi. Krisisenergi merupakan sebuah permasalahan global yang telah menjadi tugas harianpemerintah dari tahun ke tahun.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada dasarnya Indonesia merupakan sebuah negarayang dikelilingi oleh sumber daya alam yang sangat melimpah, namun terbatas. Sedangkansecara keseluruhan pembangkit listrik yang ada di Indonesia paling banyakmenggunakan energi yang berasal dari bahan bakar fosil sebagai penggerakturbinnya. 1.2  Rumusan Masalah1.     Apapengertian energi dan apa penyebab krisis energy?2.

     Bagaimanakondisi energi listrik di Indonesia?3.     Bagaimanasudut pandang pancasila dan kewarganegaraan mengenai krisis energi? 4.     Siapasaja yang dapat ikut berperan untuk menyelesaikan masalah krisis energi? 5.

     Upayaapa saja yang dapat dilakukan? 1.3  Tujuan1.     Mencegahpemakaian bahan bakar fosil yang berlebihan.2.

     membentukmasyarakat yang lebih mandiri dan menjadikan wilayah desa sebagai wilayah yangedukatif.3.     membentuktenaga ahli yang lebih banyak dan berkualitas.

4.     Mengurangipengeluaran warga Negara Indonesia. 1.4  Manfaat1.     Bahanbakar fosil dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lain.2.     Terciptanyamasyarakat yang mandiri dan juga terciptanya wilayah yang edukatif bagi semuakalangan.

3.     Terciptanyatenaga ahli yang lebih bermutu di Indonesia dengan jumlah yang lebih banyak.4.     Berkurangnyapengeluaran warga dan juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata.

BAB IIPEMBAHASAN 2.1  Pengertian EnergiEnergiadalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu energon yang berartikerja. Jadi, energi juga dapat diartikan sebagai kemampuan suatu objek untuk melakukankerja atau usaha. Segala sesuatu yang dilakukan oleh suatu benda pastimemerlukan energi.

Oleh karena itu, energi sangatlah dibutuhkan oleh semuabenda yang ada di alam semesta ini, tak terkecuali bagi manusia. Energi yangterdapat di alam semesta ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti energikimia, energi listrik, energi panas, dan lain-lain. Hukum termodinamika 1mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, energi hanyadapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Jadi, energi akanberguna jika ada perubahan bentuk dari satu bentuk energi ke energi lain.Misalnya, setrika listrik akan berguna jika terjadi perubahan energi listrikmenjadi energi panas. Sumberenergi yang ada di alam semesta ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu sumber energiterbarukan (an energy source that canbe easily replenished) dan sumber energi tak terbarukan (an energy source that cannot be easilyreplenished).

Sumber energi tak terbarukan contohnya adalahminyak bumi atau bahan bakar fosil lainnya, sedangkan sumber energi terbarukancontohnya seperti air, angin, panas bumi, sinar matahari, dll.Sumberenergi terbarukan dan sumber energi tak terbarukan tersebut dapat kita gunakansebagai sumber energi primer untuk menghasilkan energi yang berguna sepertipanas atau kita pun dapat menggunakannya untuk menghasilkan sumber energisekunder seperti listrik.Sepertiyang kita tahu, sekarang merupakan zaman dimana teknologi merupakan sebuahkebutuhan yang tak bisa dihindarkan lagi, hampir semua orang membutuhkanteknologi yang canggih, hari demi hari pun terklewati dan teknologi pun semakindikembangkan. Semakin canggih teknologinya maka akan semakin hemat energi,namun jika jumlah barang yang digunakan sangat banyak maka energi yangdibutuhkan pun semakin banyak pula.Setiapmanusia yang menggunakan perangkat elektroniknya pasti menggunakan energi listrik,seperti yang kita ketahui bahwa energi listrik ini berasal dari sumber energiyang terbarukan dan tak terbarukan, namun di Indonesia kebanyakan energidihasilkan dari sumber energi tak terbarukan misalnya seperti batu bara,sehingga apabila jumlah batu bara yang ada di alam ini menipis, maka energilistrik yang ada di Indonesia pun mengalami sebuah masalah yang bernama krisisenergi. 2.2  Kondisi Energi Listrik di IndonesiaDi bidang ketenagalistrikan, saat ini kondisicadangan kapasitas tenaga listrik secara nasional masih pada tingkat yang cukupmengkhawatirkan, baik pada sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) maupun pada sistemluar Jamali. Di beberapa wilayah kapasitas terpasang dan cadangan listrik(reserved margin) belum dapat memenuhi kebutuhan, terlebih lagi masih tingginyaketergantungan pasokan pada BBM yang sangat terbatas.

Untuk mengatasi krisisyang terjadi pada sistem Jamali telah diupayakan dengan meningkatkan kapasitaspembangkit yang ada serta pembangunan pembangkit baru berikut jaringantransmisi dan distribusinya, tetapi pada umumnya pembangunan tersebut memakanwaktu yang cukup lama sehingga belum dapat secara cepat mendukung peningkatankapasitas. Sementara itu, untuk sistem luar Jamali diupayakan pula pembangunanpembangkit skala kecil dengan memanfaatkan potensi energi setempat/lokal,terutama untuk daerah-daerah terpencil, terisolasi, dan daerah perbatasan(remote areas) dan belum terinterkoneksi (offgrid). Potensi energi setempat iniperlu terus dikembangkan mengingat persentase pemanfaatannya yang masih rendahkarena belum kompetitif jika dibandingkan dengan energi konvensional terutamaenergi yang disubsidi kecuali tenaga air skala besar dan panas bumi.Di bidang pembangunan listrik perdesaan, sampaidengan akhir tahun 2016 rasio elektrifikasi telah mencapai 91,16%. Beberapakendala dalam pembangunan listrik perdesaan adalah kondisi geografis, kurangnyakemampuan pendanaan pemerintah, serta letak pusat beban yang jauh daripembangkit listrik dan tingkat beban yang secara teknis dan ekonomis belumlayak untuk dipasok oleh pembangkit skala besar.

Selanjutnya untuk menunjangkelangsungan pembangunan tenaga listrik yang berkesinambungan dilakukan denganmelaksanakan restrukturisasi sektor ketenagalistrikan agar sektor itu mampuberkembang dan menyediakan tenaga listrik secara efisien dan berkualitassehingga memberikan manfaat bagi konsumen serta mandiri secara finansial bagipenyedia jasa tenaga listrik. Salah satu kebijakan dari restrukturisasi adalahmenyesuaikan tarif listrik secara bertahap menuju nilai keekonomiannya. Hal itudiharapkan dapat mengundang partisipasi pihak swasta untuk berinvestasi dibidang kelistrikan, terutama untuk pembangkit. Bentuk partisipasi ini dapatdilihat melalui pemanfaatan pembangkit swasta (Independent PowerProducer’s/IPP’s).Pada Tahun 2015 rasio elektrifikasi Indonesia sudahmencapai 87,35%, sedangkan pada Tahun 2016 dengan penambahan jumlah rumahtangga berlistrik menjadi 60,6 juta rumah tangga, rasio eletrifikasi meningkatmenjadi 91,16% yang artinya terjadi peningkatan rasio elektrifikasi mencapai3,81%.

Masih terdapat 2 provinsi yang rasioelektrifikasinya sampai dengan akhir tahun 2016 masih dibawah 70% yaitu,provinsi Nusa Tenggara Timur dan PapuaPada masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan yangbelum berkembang, terpencil, perbatasan dan yang berlokasi di pulau kecil yangbelum mendapatkan pelayanan listrik, untuk mempercepat elektrifikasi padadaerah tersebut dilakukan dengan melibatkan peran pemerintah daerah danpartisipasi badan usaha milik daerah, badan usaha swasta, koperasi, dalam usahapenyediaan tenaga listrik yang terintegrasi skala kecil di daerah tersebutmelalui penetapan wilayah usaha. Selain dengan rasio elektrifikasi, untukmengukur tingkat ketersediaan tenaga listrik terutama dalam sebuah desa adalahdengan menggunakan rasio desa berlistrik. Rasio desa berlistrik didapatkandengan cara membandingan antara jumlah desa yang sudah menikmati tenaga listrikdengan jumlah total desa. Selain itu sedang dilakukan upaya percepatanmelistriki desa sampai dengan tahun 2019 sebanyak 2500 desa. Rasio desaberlistrik selama tahun 2016 masih sama dengan tahun 2015 yaitu 96,95%Tambahan kapasitas pembangkit tenaga listrik (sinkrons.d operasi) pada tahun 2016 yaitu sekitar 4.

128,2 MW, di mana tambahankapasitas pembangkit tenaga listrik tersebut diperoleh dari pelaksanaan Program35.000 MW dan Program Reguler (PLN dan Independent Power Producer-IPP).Dilihat dari target tambahan kapasitas pembangkitpada tahun 2016 sebesar 4.212 MW, realisasi pembangkit (sinkron s.d operasi)mencapai 4.128,2 MW atau 98,01%. Tidak tercapainya target 100% ini antara laindikarenakan beberapa proyek yang mengalami kerusakan peralatan sehingga mengalamikemunduran penyelesaian pekerjaan.

Berdasarkan capaian tambahan kapasitaspembangkit tahun 2016 (sinkron s.d operasi) sebesar 4.128,2 MW ditambahkandengan kapasitas terpasang tahun 2015 sebesar 55.528 MW, sehingga totalkapasitas terpasang tahun 2016 sebesar 59.

656,2 MW. 2.3  Sudut Pandang Pancasila danKewarganegaraanØ  Pancasilasila ke-2 “Kemanusiaan yang adil dan beradab”Sila ini memerinahkankita sebagai manusia agar bertindak adil dan juga beradab, bukan hanya dalam 1atau 2 aspek saja, tetapi juga dalam segala aspek, dan salah satunya dalamaspek penggunaan energi. Jika kita adil dan beradab maka kita akan memikirkansaudara kita yang berada pada daerah yang belum teraliri oleh aliran listrik.Oleh sebab itu kita harus menggunakan energi listrik dengan bijaksana, karenajika kita boros menggunakan energi listrik maka itu berarti kita juga borosdalam menggunakan bahan bakar fosil yang ada di alam semesta ini, dan sepertiyang kita ketahui bahwa bahan bakar fosil ini jumlahnya terbatas.Ø  Pancasilasila ke-3 “Persatuan Indonesia”Sila ini mengajarkankita semua agar bersatu, tidak ada perselisihan, dan tak ada salah paham. Agartak terjalin permusuhan yang diakibatkan kesalahpahaman maka diperlukanlahkomunikasi yang baik. Untuk bisa berkomunikasi dari satu daerah ke daerah lainmaka diperlukanlah teknologi.

Pada era ini teknologi sangatlah penting sehinggaterus-menerus dikembangkan. Indonesia akan maju tentunya jika mengikutiperkembangan zaman. Semua teknologi ini membutuhkan energi, tak terkecuali energilistrik.

Energi listrik ini tak hanya diperlukan untuk berkomunikasi, tetapijuga untuk kegiatan belajar, mencuci pakaian, media hiburan, bahkan membuatmakanan pun memerlukan listrik. Sehingga Indonesia akan lebih maju jika energilistrik teraliri hingga seluruh pelosok Indonesia.Ø  Ketenagalistrikanini diatur oleh undang-undang republik indonesia nomor 30 tahun 2009.Berdasarkan UUD 1945 pasal 5 ayat (1), pasal 18, pasal 20, dan pasal 33 makaatas persetujuan bersama DPR RI dan presiden RI akhirnya menetapkan undangundang tentang ketenagalistrikan yang terdiri atas 17 bab dan 58 pasal yangtelah disahkan di Jakarta pada tanggal 23 September 2009.

2.4   Upaya yang Dapat Dilakukan·       Sumberenergi terbagi menjadi 2, yaitu sumber energi renewable dan sumber energinonrenewable. Dalam hal ini sumber energi nonrenewable semakin banyak digunakanmaka ketersediaannya di alam pun akan semakin menipis. Untuk itu maka untukmenghindari krisis energi maka pembangkit tenaga listrik dari sumber energirenewable yang ramah lingkungan seperti matahari, angin, dan air harusdigalakkan.·       Pemberlakuansubsidi silang untung menggalang dana yang selanjutnya dana tersebut akandigunakan untuk membangun pembangkit listrik mandiri dari sumber energirenewable di pedesaan.·       Analisisdan evaluasi mengenai kebijakan dan perencanaan energi menggunakan bantuanaplikasi LEAP (Long-Range Energy Alternatives Planning system).

·       Setelahdana subsidi terkumpul pemerintah menyalurkan dana subsidi tersebut kepadakepala daerah untuk selanjutnya digunakan untuk pembelian sejumlah perangkatpembangkit listrik tenaga matahari dan juga angin atau bahkan air, paramahasiswa disini pun akan ikut terjun beserta arga sekitar dan juga tenaga ahlidari pemerintah untuk pemasangan dan perakitan setiap komponen, dan pembangkittenaga listrik mandiri ini akan dikelola oleh warga sekitar yang akan dibantuoleh para mahasiswa yang telah berpengalaman. Setelah semua tercapai maka desatersebut pun dapat dijadikan sebagai tempat wisata yang edukatif.2.

5  Tokoh yang Dapat Ikut Berperanv Pemerintahpusat, terdiri atas :§  KementrianEnergi dan Sumber Daya Mineral akan dapat mencapai target pemerataan energilistrik di Indonesia, dan membuat aturan untuk subsidi silang antara rakyat diperkotaan dengan rakyat di pedesaan yang belum teraliri aliran listrik.§  KementrianEkonomi akan menganalisis dana dan faktor ekonomi lainnya dalam mengimplementasikanpembangkit listrik di pedesaaan yang edukatif.§  KementrianPendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Pariwisata akan dapat bekerjasamauntuk membangun tempat pembangkit tenaga listrik di pedesaan yang edukatif bagiwarga sekitar maupun warga dari daerah lainnya.

§  KementerianDesa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan dapat memajukandaerah yang tertinggal menjadi sebuah daerah yang mandiri apabila pada daerahtersebut dibangun pembangkit tenaga listrik yang dijadikan sebagai tempatwisata yang edukatif.§  KementrianKetenagakerjaan akan dapat meningkatkan penempatan tenaga kerja dan perluasankesempatan kerja bagi rakyat Indonesia.v MahasiswaDalam hal ini mahasiswa dapat membantupemerintah untuk proses perakitan dan juga pemasangan komponen-komponenpembangkit tenaga listrik tersebut. Selain itu juga mahasiswa tersebut untukdiajarkan berinovasi untuk terus mengembangkan teknologi yang ada, sehingga halini akan menambah pengalaman para mahasiswa, selain itu juga mahasiswa tersebutpun akan dapat menjadi seorang tenaga ahli yang dapat diandalkan olehIndonesia.v WargaDalam hal ini warga berperan untuk melakukanperawatan dan pengelolaan pembangkit listrik yang ada di desanya.

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out