Kantong lingkungan 3. Keberhasilan implementasi kebijakan kantong plastik

Kantong plastik atau tas plastik adalah kantong pembungkus yang dibuat dari plastik (poliolefin atau polivinil klorida). Kantong plastik digunakan untuk memuat dan membawa barang
konsumsi. Bagian dasar dan sisi kiri/kanan kantong umumnya direkatkan dengan
mesin penyegel plastik, namun ada kantong plastik yang disatukan dengan perekat atau dijahit. Asal mula plastik berawal dari “Bakelit” yang ditemukan
oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907. Penemuan tersebut
disempurnakan pada tahun 1933 oleh ahli kimia organik E.W. Fawcett dan R.O.
Gibson menjadikan plastik lebih kuat bernama “Polyethylene”.

Kegunaannya
kantong plastik sangat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kegunaannya
yang sangat banyak masyarakat sering kali kita tidak bijak dalam penggunaan
katong plasti  tersebut. Maka dari itu
perlu adanya kebijakan mengurangi penggunaan kantong plastik.

 Pemerintah harus mengambil langkah yang cepat
dan tepat dalam mengatasi masalah ini, tentu saja hal tersebut tidaklah mudah.
Perlu adanya pengujian secara berkala terhadap kebijakan yang akan di terapkan
nantinya.

   

   1.2 Tujuan

Adapun
tujuan dari makalah ini adalah

1.
Mengurangi penggunaan kantong plastik

2.Menyadarkan
masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan

3.
Keberhasilan implementasi kebijakan kantong plastik berbayar

   1.3 Pertanyaan

1.
Apa penyebab tidak di batasinya penggunaan katong plastik ?

2.
Apakah dengan membeli kantong plastic berbayar dapat merugikan masyrakat ?

3.
Apakah ada tindakan lain yang lebih efisien untuk mengurangi penggunaan  kantong plastic ?

4.
Apakah keungulan kebijakan plastik berbayar dari kebijakan lain ?

 

II. Isi

Pengunaan
kantong plastic tidak lepas dari aktifitas masyrakat sehari hari, selain
praktis kantong plastic sangat mudah di dapatkan. Karena mudah di dapatkan
penggunaannya pun semakin banyak, hasilnya tentu saja menghasilkan tumpukan
sisa kantung plastik yang mencemari lingkungan. Sampah kantung plastic adalah
jenis sampah yang sangat sulit terurai akibatnya jika terus menurus digunakan
tanpa adanya kebija penggunaanya akan mengakibatkan tumpukan sampah yang tentu
saja mencemari lingkungan.

         Pemerintah harus mengambil langkah
yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Kebijakan untuk melakukan plastik
berbayar menjadi salah satu alternativ mengatasi permasalahan ini. Dengan harga
yang ditetapkan pemerintah misal Rp. 200 per kantung plastik, sepertinya tidak
terlalu merugikan masyarakat. Harga tersebut juga dapat berubah naik atau turun
sesuai kondisi ekonomi yang akan datang. Tentu saja kebijakan itu menuai pro
dan kontra di kalangan masyarak. Pemerintah harus terus mengkaji kebijakan ini
agar dapat di implementasikan secara tepat.

Tentu
saja ada cara lain yang lebih efisien sebagai contoh menganti penggunaan
kantong plastic dengan kantong yang terbuat dari kain ataupun dari anyaman
kelapa. Banyak cara lain  lagi yang lebih
efisien daripada kantung plastic berbayar, tapi kebijakan plastik berbayar
tentu saja mendapat keuntungan dari berbagai segi, khususnya segi financial.
Kebijakan ini dapat meningkatkan kas Negara selain pemasukan dari pajak. Dana
dari hasil kebijakan plastik berbayar dapat digunakan untuk berbagai hal,
seperti biaya penanggulangan sampah dan lain-lain

 

III. Penutup

3.1
Kesimpulan

Kebijakan
kantong plastik berbayar merupakan solusi terbaik saat ini. Dengan penerapannya
kas Negara selain dari pemasukan pajak dapat bertambah. Pemerintah  harus terus menyesuaikan harga kantung
plastic berbayar  dengan meningkatkan
harganya. Agar selain menambah pemasukan kas Negara juga dapat membatasi
penggunaanya. Dengan demikian pasti dampak pencemaran kantong plastik dapat
berkurang

3.2
Saran

Sebaiknya
Pemerintah harus terus menguji dan mengkaji kebijakan tersebut dengan seksma
agar pengimplimentasian di masyarakat tidak menimbulkan kontra. Masyrakat juga
harus turut ikut serta dalam penerapan kebijakan tersebut, seperti turut
memberikan kritik dan saran yang membangun.

Author: