Kapal dibuat oleh pabrik es dan diangkut ke

Topic: Free
Sample donated:
Last updated: May 4, 2019

Kapal penangkap ikan merupakan salah satu kapal yangmemegang peranan penting di negara maritim, seperti negara Indonesia. Terdapatbeberapa proses penting yang berada pada kapal penangkap ikan salah satunyaadalah proses penanganan hasil tangkapan ikan. Selama proses penangkapan ikan diatas laut dibutuhkan penanganan hasil tangkapan ikan yang baik dan benar agarmenjaga kualitas ikan sehingga mendapatkan nilai jual yang tinggi. Ikan hasiltangkapan harus dijaga kesegarannya sampai ikan tersebut sampai ke tempatpengepul. Tingkat kesegaran ikan hasil tangkapan ditentukan dari fasilitaspendukung yang ada di ruang muat kapal penangkap ikan. Dalam menjaga kesegaranikan, rata-rata menggunakan proses pendinginan atau pembekuan (Afrianto danLiviawaty, 1989).

Proses pendinginan atau pembekuan terdiri dariberbagai macam cara dengan menggunakan es batu, air laut yang didinginkan danmenggunakan mesin pendingin. Hal ini dikarenakan suhu ambien -1oC hingga0 oC adalah suhu yang bagus untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Dalamcara tradisional es batu dibuat oleh pabrik es dan diangkut ke dalam ruang muatkapal ikan sebelum kapal berlayar, hal ini masih terus dipraktekkan terutamauntuk kapal penangkap ikan berukuran dibawah 30 GT. Untuk kapal penangkap ikanberukuran diatas 30 GT untuk mendinginkan hasil tangkapan menggunakan mesinpendingin yang mengadopsi daur kompresi uap. Pada kapal ikan berukuran sedang yaitu 20 GT prosespembekuan ikan masih menggunakan es batu, dimana ketika es batu digunakansebagai media pendingin, berdasarkan Pusat Pengembangan dan PemberdayaanPendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian tahun 2010, perbandingan yang idealantara es batu dan ikan adalah 1 : 1. Hal ini berarti semakin besar ukurankapal maka semakin banyak jumlah es batu yang dibutuhkan sehingga menurunkanjumlah muatan ikan selain itu es batu juga tidak bisa bertahan lama untukmembekukan ikan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Penggunaan mesin pendingin dapat menjadi solusi untukmembekukan ikan pada kapal 20 GT karena dapat menghemat tempat, mengurangibiaya untuk pembelian es batu, dan memperpanjang lama waktu berlayar. Akantetapi, penggunaan mesin pendingin yang umum yaitu dengan daur kompresi uaphanya menguntungkan jika digunakan di kapal berukuran besar, hal ini diakibatkanoleh kebutuhan listrik yang besar untuk dapat menggerakan kompresor pada sistemrefrigerasi kompresi uap sehingga membutuhkan suplai listrik dari generatoratau aki berukuran besar yang tentunya akan menambah biaya dan beban padakapal. Selain itu, kelemahan dari daur kompresi uap adalah penggunaanrefrigeran yang mahal dan sering ditemukan kebocoran refirgeran pada sistem iniserta adanya Protokol Montreal tahun 2007 yang menghendaki untuk mempercepatpenghapusan refrigeran halokarbon yang sering digunakan pada sistem kompresiuap (Ananthanarayanan, 2013). Hal ini menjadi tidak menguntungkan dari segiteknis maupun ekonomis untuk kapal berukuran 20 GT. Oleh karena itu, penggunaanmesin pendingin yang cocok untuk kapal ikan 20 GT adalah dengan menggunakansistem refrigerasi absorpsi.Sistem refrigerasi absorpsi diperkirakan dapatmenjawab kebutuhan proses pendinginan ikan pada kapal ikan 20 GT karenamemiliki beberapa keunggulan dibanding refrigerasi kompresi uap, yaitu pada daurabsorpsi memanfaatkan panas sebagai sumber energi utama untuk menjalankansistem dan suplai listrik yang rendah untuk menjalankan pompa yang berukurankecil.

Panas pada kapal dapat didapatkan dari gas buang kapal dan sinarmatahari melalui solar cell. Penelitianmenunjukkan bahwa pada kapal ikan berukuran kecil efisiensi mesin diesel hanyasekitar 35%, dengan lebih dari setengah energi terbuang melalui panas yangterbawa oleh air pendingin mesin kapal (water cooling system) dan gas buang(exhaust gas) (Wilson, 1999). Sedangkan sinar matahari dapat diperoleh denganmudah mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa,sehingga dapat menjadi sumber energi panas dan bersifat ramah lingkungan. Keunggulanlain dari sistem ini adalah biaya operasional yang murah, perawatan yang mudahkarena hanya sedikit peralatan yang bergerak, serta lebih ramah lingkungankarena refrigeran yang digunakan tidak menyebabkan efek rumah kaca(Ananthanarayanan, 2013).

Dalam skripsi ini akan melakukan perancangan unitmesin pendingin dengan refrigerasi absoprsi untuk kapal ikan 20 GT. Tujuannyauntuk merancang suatu sistem refrigerasi yang dapat diterapkan pada kapal ikan berukuransedang dengan konsep ramah lingkungan serta hemat energi.

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out